• FEATURED POSTS
  • LATEST POSTS
  • SERVICES

Rabu, 14 Agustus 2013

4 Stimulasi Menarik untuk Janin


Setiap calon ibu pasti menginginkan bayinya terlahir sehat dan cerdas nantinya. Untuk mendapatkan anak yang sehat maupun cerdas tentu tidak luput dari usaha sang orang tua. Agar bayi pintar tidak hanya dilakukan pendidikan saat sudah dewasa saja akan tetapi saat bayi masih ada di dalam kandungan sudah dapat di didik. Dengan cara memberi stimulasi yang ringan saja. Pasalnya janin yang sudah berumur 4 bulan sudah dapat mendengarkan (berkomunikasi).

Banyak dokter yang menyarankan ibunda untuk memberikan stimulasi pada janin. Seperti apa stimulasinya? yuk kita simak 4 Stimulasi menarik pada janin di bawah ini:

1.  Stimulasi gizi
Gizi merupakan faktor penting agar bayi terlahir cerdas dan tetap sehat untuk itu cukupi kebutuhan gizi yang dibutuhkannya. Gizi yang dibutuhkan janin misalnya asam folat, kalsium, dan zat besi. Lakukan pemberian gizi sejak dini mungkin.

2.  Stimulasi Suara
Seperti yang sudah saya bilang tadi bahwa janin sudah dapat mulai mendengar saat berumur 4 bulan. Saat itu juga Anda dapat mulai melakukan stimulasi suara kepadanya. Stimulasi suara contohnya sesering mungkin mengajak bicara atau menyapa "Selamat pagi, Selamat sore atau juga bisa yang lainnya".  Atau juga bisa mendengarkannya radio, bacaan Al Qur'an dan lain-lain.

3. Stimulasi sentuhan


Sejak umur janin trisemester kedua hingga persalinan sering-sering lakukan stimulasi sentuhan. Biasanya dengan stimulasi ini si janin akan merespon dengan cara menendang-nendang. Stimulasi sentuhan baik dilakukan saat Anda sedang mengajaknya bicara.

4. Stimulasi Cahaya

Anda bisa melakukan stimulasi cahaya ketika menjelang trisemester ketiga dengan cara mengarahkan cahaya senter ke perut Anda. Hal ini bertujuan untuk pengenalan gelap dan terang terhadap si calon bayi. Namun perlu diketahui jangan menggunakan cahaya yang terlalu terang dan jangan samai menyinari terlalu lama.

4 Stimulasi ini sangat baik untuk janin bunda, semoga apa yang diutarakan di artikel ini bisa menjadi bahan pertimbangan bunda dalam merawat bayi sejak di dalam kandungan.

0 komentar